SISTEM RANGKA MANUSIA

2.1.    Pengertian Sistem Rangka Manusia

Sistem adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang angota badan atas dan bawah. Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh sedangkan sistem tubuh adalah gabungan dari organ-organ tubuh yang menjalankan fungsi tertentu. Secara garis besar, rangka manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial dan rangka apendikuler.

  1. Rangka Aksial

Rangka aksial terdiri dari tulang belakang, tulang tengkorak dan tulang rusuk. Lebih mendalam mengenai tulang-tulang dalam sistem rangka.

  1. Rangka Apendikuler

Rangka Apendikuler terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum, rangka Apendikuler menyusuun alat gerak, yaitu tangan dan kaki yang dibedakan atas rangka bagian atas dan rangka bagian bawah.

(Sumber: Tulang rangka Apendikuler bagian atas dan bawah terdiri atas beberapa jumlah tulang.http://www.crayonpedia.org/mw/1).

 

2.1.1    Fungsi Rangka Tubuh Manusia

Kerangka manusia tersusun dari tulang-tulang, baik tulang yang panjang maupun tulang pendek. Fungsi kerangka bagi manusia diantaranya adalah :

  1. Untuk memberikan bentuk keseluruhan bagi tubuh
  2. Menjaga agar organ tubuh tetap berada di tempatnya
  3. Melindungi organ-organ tubuh seperti otak, jantung, dan paru-paru
  4. Untuk bergerak ketika dikehendaki otot
  5. Menghasilkan sel darah di dalam sumsum tulang.

 

Gambar 2.1  Sistem Kerangka

(Sumber: Tulang rangka Apendikuler bagian atas dan bawah terdiri atas beberapa jumlah tulang.http://www.crayonpedia.org/mw/1).

 

2.1.2    Kerangka Aksial

Tengkorak adalah tulang kerangka kepala yang disusun berdasarkan kegunaan dan berfungsi maka akan menjadi 2 bagian yaitu (Nurmianto, 2003). Berikut ini adalah susunan bagian-bagian dari tulang tengkorak :

Gambar 2.2 Tulang Tengkorak

  1. Tulang Kranium (Kalvaria) terdiri dari 8 tulang
    1. Os frontal : tulang dahi yang terletak di bagian depan kepala
    2. Os padetal : tulang ubun-ubun yang terletak dibagian tengah kepala
    3. Os oksipital : tulang kepala belakang
    4. Os sfenoidal : tulang baji yang terletak dibagian tengah tengkorak
    5. Os etmoidal : tulang lapis yang terletak disebelah depan Os sfenoidal
    6. Os temporal : tulang pelipis terdapat di bagian kiri dan kanan samping Kepala
  2. Kerangka wajah terdiri dari 14 tulang, dari tengkorak yang tersusun  secara sistematis dan secara terurut yaitu :
    1. 2 tulang hidung membentuk lengkung hidung
    2. 2 tulang palatum membentuk atap mulut dan dasar hidung
    3. 2 tulang  lakrimalis (tulang air mata) membentuk saluran air mata dan bagian dari tulang rongga mata pada sudut dalam rongga mata.
    4. 2 tulang zigomatikus (tulang lengkung pipi)
    5. 1 tulang women (tulang pisu luka)
    6. 2 tulang tubinatum inferior (kerang hidung bawah)
    7. 2 tulang maxila membentuk rahang atas dan memuat gigi atas
    8. 2 tulang mandibula membentuk rahang bawah dan memuat gigi bawah

Tulang belakang adalah sebuah struktur lentur yang dibentuk oleh sejumlah tulang yang disebut  vertebra atau ruas tulang belakang. Seluruhnya terdapat 33 buah ruas tulang belakang (Nurmianto, 2003). Vertebra  dikelompokkan dan dinamai sesuai dengan daerah yang ditempatinya, yaitu:

  1. 7 vertebra servikal : ruas tulang bagian leher membentuk tengkuk
  2. 12 vertebra torakalis : ruas tulang punggung membentuk bagian belakang atau toraks dada
  3. 5 vertebra lumbalis : ruas tulang pinggang membentuk daerah pinggang DII-3
  4. 5 vertebra sarkalis : ruas tulang kelangkang membentuk sakrum (tulang kelangkang)
  5. 4 vertebra kosigeus : ruas tulang tungging membentuk tulang koksigeus (tulang tungging)

Kerangka dibentuk oleh susunan tulang-tulang yang dapat melindungi dan

menjaga rongga. Berikut ini adalah susuna tulang yang melindungi rongga  dada

yang terdiri dari (Nurmianto, 2003).

  1. Tulang dada (sternum) banyaknya, terdiri atas 3 bagian :
    1. Manubrium sterni, bagian tulang dada sebelah atas yang membentuk
    2. persendian dengan tulang selangka (klavikula) dan tulang iga
    3. Korpus sterni, bagian terbesar dari tulang dada dan membentuk persendian
    4. dengan tulang-tulang iga
    5. Prosesus xipoid, bagian ujung dari tulang dada dan pada bayi masih berbentuk tulang rawan.
  2. Tulang rusuk berjumlah 12 pasang, bagian depan berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan, bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas  vertebra torakalis yang memungkinkan tulang iga dapat bergerak kembang kempis menurut irama pernapasan (Suradi dkk, 1989). Tulang iga terbagi atas 3 macam, yaitu :

Gambar 2.3 Tulang Rusuk

  1. 7 pasang tulang sejati (Os kosta vera). Bagian depan tulang ini menempel pada tulang dada, sedangkan bagian belakang menempel pada ruas-ruas tulang punggung.
  2. 3 pasang tulang rusuk palsu (Os kosta spuria). Bagian belakang tulang ini menempel pada ruas tulang punggung, sedangkan bagian depannya menempel pada tulang rusuk diatasnya
  3. 2 pasang tulang rusuk melayang (Os kosta fluitantes). Bagian belakang tulang ini menempel pada ruas-ruas tulang punggung, sedangkan bagian depannya tidak menempel pada tulang lain.
  4. Vertebra torakalis banyaknya 12 buah ruas

 

2.1.3    Kerangka Appendikuler

Kerangka anggota gerak atas, dikaitkan pada kerangka badan dengan perantaraan gelang bahu, yang terdiri dari tulang selangka dan tulang belikat (Nurmianto, 2003). Tulang-tulang yang membentuk kerangka lengan, lengan bawah dan tapak tangan seluruhnya berjumlah 30 buah tulang yang terdiri:

  1. Humerus                     : tulang lengan atas
  2. Ulna dan radius          : tulang hasta dan tulang pengumpil
  3. 8 tulang karpal            : tulang pangkal lengan
  4. 5 tulang metakarpal    : tulang tapak tangan
  5. 14 falanx                     : ruas jari tangan

Kerangka anggota gerak bawah atau tulang dari  extremitas bawah,

dikaitkan kepada batang tubuh dengan perantaraan gelang panggul. Anggota

gerak bawah terdiri atas 31 tulang.

 

2.1.4    Sambungan Kerangka

Tulang yang besar dan panjang selalu mempunyai bentuk berlubang yang berfungsi untuk memberikan perbandingan yang seimbang terhadap beban yang terjadi pada tulang tersebut. Bentuk tulang juga telah mengalami evolusi dalam perkembangannya untuk tempat melekatnya otot (Nurmianto, 2003). Tubuh manusia tidak akan mempunyai bentuk yang indah tanpa peran serta tulang belulang ini. Sebaliknya, tulang pun juga tidak akan  berdiri tegak tanpa peran serta otot, ligamen dan cartilage yang mengkombinasi dan memegang sambungan tulang secara bersamaan

  1. Sambungan Cartilagenous (Cartilagenous joint)

Sambungan yang berfungsi untuk pergerakan yang relatif kecil, seperti sambungan antara tulang iga dan pangkal tulang iga. Terdapat pula sambungan  cartilagenous khusus diantara  vertebra  (ruas-ruas tulang belakang) yang dikenal sebagai intervertebral discs yang terdiri dari pembungkus intervertebral disc  yang dikelilingi oleh inti  intervertebral disc. Disc tersebut berfungsi sebagai peredaran getaran pada saat manusia bergerak baik translasi maupun rotasi.

  1. Sambungan Synovial (Synovial joints)

Sambungan yang terdapat paling banyak pada tangan dan kaki dan berfungsi untuk pergerakan/perputaran bebas, walaupun tangan dan kaki tersebut amat  terbatas pergerakannya. Misalnya arah dan rentang gerakannya.

  1. Ligamen

Ligamen adalah tisu berfiber yang menyambungkan dua atau lebih tulang atau rawan yang boleh bergerak. Ligamen memberi sokongan dan kekuatan kepada sendi. Berfungsi untuk membentuk bagian sambungan dan menempel pada tulang. Ligamen juga berfungsi untuk mencegah adanya dislokasi dan sekaligus berfungsi untuk membatasi rentang gerakan. Hal tersebut disebabkan sifat ligamen yang tidak elastis dan dapat meregang dibawah gaya regang tertentu.

  1. Sendi

Sendi adalah tempat pertemuan dua tulang yang bersebelahan. Terdapat tiga jenis sendi pada manusia yaitu sendi tanpa gerak sendi yang mempunyai gerakan  terhad dan sendi yang boleh bergerak bebas.

 

2.2.      Otot (Muscle)

Bagian  otot yang dibahas adalah otot striatik (Striated Muscle) yaitu otot sadar dengan megabaikan otot  cardiac dan  viseral yaitu otot tak sadar. Otot terbentuk atas serabut yang berukuran 0.01 sampai 0.1 mm. Serabut otot bervariasi antara satu otot dengan yang lainnya. Beberapa diantaranya mempunyai gerakan yang lebih cepat dari yang lainnya dan hal ini terjadi pada otot yang dipakai untuk mempertahankan kontraksi badan seperti misalnya otot pembentuk postur tubuh. Otot yang pucat adalah menggambarkan kontraksi otot yang cepat. Perbandingan antara otot merah dan otot putih adalah merupakan indikasi untuk menunjukkan daya potensial bagi para olahragawan. Beberapa jenis otot disebut  fiksator karena berfungsi sebagai pemberi keseimbangan pada saat melakukan suatu gerakan, dan sinergis karena berfungsi untuk mengontrol sambungan-sambungan sehingga memungkinkan suatu gerakan berjalan secara efisien. Suatu hal yang penting bagi para ergonom untuk mengetahui jenis otot yang sesuai untuk menopang beban statis. Beban statis yang terjadi  pada semua otot harus diminimumkan. Gaya yang digunakan untuk kontraksi otot adalah sebanding dengan penampang melintangnya. Pelatihan yang cukup akan dapat meningkatkan luasan penampang melintang dari serabut otot, tanpa meningkatkan jumlah serabut ototnya (Nurmianto, 2003).

 

2.2.1    Gangguan Pada Otot

Otot berfungsi sebagi alat gerak penyokong tubuh dan membantu homeostatis. Sebagia alat gerak aktif, otot mempunyai tiga kemampuan, yaitu kontrabilitas  (kemampuan untuk memendek atau berkontraksi),  ekstensibilitas (kemampuan untuk memanjang atau relaksasi), dan elastisitas (kemampuan untuk kembali atau keadaan semula). Gangguan pada otot dapat terjadi dan gangguanya sebagai berikut:

  1. Distrofi, yaitu penyakit otot bersifat menurun yang ditandai dengan tidak

adanya selaput pembungkus otot.

  1. Tetanus (kejang otot), yaitu pengejangan otot karena berkontraksi secara

terus-menerus sehingga organ yang terkena menjadi tidak dapat berfungsi.

  1. Atrofi, yaitu otot tidak dapat digerakan karena terjadi penyusutan ukuran otot
  2. Akibat telah tidak digunakan, misalnya pada kasus kelumpuhan.

 

2.2.2    Kelainan Pada Otot Manusia

Otot manusia akan mengalami kelainan akibat aktivitas yang dilakukan. Beberapa kelainan yang terjadi pada otot  manusia, antara lain  kejang otot, keseleo, nyeri otot, miastenia gravis, dan polio keteranganya sebagai berikut:

 

 

  1. Kejang Otot

Kejang otot (kram) disebabkan ketegangan otot manusia yang sangat kuat. Hal ini dapat terjadi karena cuaca dingin, aktivitas otot terlalu berat, serta tidak seimbangnya air dan ion di dalam tubuh. Gejala yang di timbulkan adalah rasa nyeri dan tidak sakit yang luar biasa. Beberapa cara yang dapat di lakukan untuk mencegah terjadinya kejang otot adalah rileks dan menjaga agar otot tidak terlalu lelah.

  1. Keseleo

Keseleo terjadi karena tertariknya otot atau tendon di daerah persendian. Maka bila terlalu keras, tarikan ini dapat menyebabkan putusnya tendon atau otot. Beberapa cara untuk mencegah terjadinya keseleo adalah dengan cara lebih hatihati ketika pada saat beraktivitas.

  1. Nyeri Otot

Terjepitnya pembulu darah atau ujung saraf dapat meninbulkan rasa  nyeri terutama pada otot. Rasa nyeri otot timbul karena aliran darah terhambat. Nyeri ini sering dirasakan oleh orang berusia lanjut dan ada kecenderungan kambuh pada cuaca dingin. Nyeri otot dapat dicegah dengan banyak mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, dan bila otot masih terasa nyeri dan dapat dilakukan pemijatan ringan atau menggosoknya dengan minyak gosok.

  1. Miastenia Gravis

Miastenia gravis merupakan penyakit yang menyebabkan otot menjadi melemah dan cenderung lumpuh. Penyakit tersebut menyerang otot-otot di sekitar kelopak mata, muka, leher, dan anggota gerak.

  1. Polio

Inveksi virus yang menyerang pada saraf otot pengendali disebut polio. Polio dapat disebabkan mengecilnya kaki sehingga penderita menjadi lumpuh. Ciri-ciri orang yang terkena virus polio adalah panas tinggi dan kejang-kejang. Penyakit ini dapat dicegah dengan memberikan imunisasi polio pada saat usia balita secara rutin.

 

2.3.      Tulang

Menurut bahan pembentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras. Tulang rawan bersifat lentur, tersusun atas sel-sel tulang rawan (Kondrosit) yang mensekresikan matriks (Kondrin) berupa hialin atau kolagen. Rawan pada anak berasal dari mesenkim dengan kandungan kondrosit lebih banyak dari kondrin. Sebaliknya, pada orang dewasa kondrin lebih banyak dan rawan ini berasal dari selaput tulang rawan (Perikondrium) yang banyak mengandung Kondroblas (pembentuk kondrosit). Rawan pada dewasa antara lain terdapat pada cincin batang tenggorokan dan daun telinga. Pembentukan tulang keras berawal dari kartilago (berasal dari mesenkim). Kartilago memiliki rongga yang akan terisi oleh Ostoeblas (sel-sel pembentuk tulang).

Tulang-tulang pada manusia membentuk rangka yang berfungsi untuk memberikan bentuk tubuh, melindungi alat tubuh yang vital, menahan dan menegakkan tubuh, tempat pelekatan otot, tempat menyimpan zat kapur, dan tempat pembentukan darah. Kelainan dan gangguan pada tulang dapat menggangu proses gerakan yang normal. Kelaianan dan gangguan ini dapat terjadi karena kekurangan vitamin D, penyakit, kecelakaan, atau karena kebiasaan yang salah dalam waktu yang lama.

Osteoblas membentuk osteosit (sel-sel tulang). Setiap satuan sel-sel tulang akan melingkari pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem haveres. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi keras.Proses pengerasan tulang disebut penulangan. Jenis osifikasi adalah desmal  dan kondral. Kondral meliputi perikondraldan enkondral.

(Sumber: http://www.itsfetriyannorrahman.co.cc/2010/02/pengertian-tulang.html).

 

2.3.1    Jenis-Jenis Tulang

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, tulang disebut sebagai alat gerak pasif yang digerakkan oleh otot. Akan tetapi, tulang tetap mempunyai peranan penting karena gerak tidak akan terajadi tanpa tulang. Ada dua macam tulang berdasarkan jaringan penyusunnya dan sifat fisisknya yaitu :

 

  1. Tulang rawan

Tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan, ruang antar sel tulang rawan banyak mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur, bersifat lentur.Tulang rawan banyak terdapat pada tulang anak kecil dan pada orang dewasa banyak terdapat pada ujung tulang rusuk, laring, trakea, bronkus, hidung, telinga, antara ruas-ruas tulang belakang. Mengapa bila anak-anak mengalami patah tulang, cepat menyambung kembali. Hal ini dikarenakan pada anak-anak masih banyak memiliki tulang rawan, sehingga bila patah mudah menyambung kembali. Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras.

  1. Tulang keras

Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang ruang antar sel tulang keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, bersifat keras. Zat kapur tersebut dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium fosfat (Ca(PO4)2 yang diperoleh atau dibawa oleh darah. Dalam tulang keras terdapat saluran havers yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel tulang. Tulang keras berfungsi untuk menyusun sistem. Contoh tulang keras:

  1. tulang paha
  2. tulang lengan
  3. tulang betis
  4. tulang selangka

(Sumber: www.itsfetriyannorrahman.co.cc/2010/02/pengertian-tulang.html).

 

2.3.2    Bentuk-Bentuk Tulang

Tulang mempunyai beberapa bentuk-bentuk tulang menurut fisiknya. Berikut bentuk-bentuk tulang dari beberapa bentuk tulang menurut fisiknya.

  1. Tulang pipa

Tulang pipa berbentuk tabung dan pada umumnya berongga. Diujung tulang pipa terjadi perluasan yang berfungsu untuk berhubungan dengan tulang lain. Contoh tulang betis, tulang kering, tulang hasta, dan tulang pengumpil. Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian tengah disebut diaifis, bagian ujung disebut epifisis, dan antara apifisis dan diafisis disebut cakra epifisis. Pada anak-anak, cakra epifisis berupa  kartilago yang mengandung osteoblas, dan pada orang dewasa yang sudah  bertambah tinggi lagi, cakra epifisis sudah menulang. Osteoblas menempati rongga yang disebut sumsum tulang. Bentuknya bulat, panjangdan tengahnya berongga Contohnya : tulang paha, tulang lengan atas, tulang jari tangan Berfungsi sebagai tempat pembentukan  sel darah merah

  1. Tulang pipih

Tulang pipih tersususn atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons yang didalamnya terdapat tulang sumsum. Kebanyakan tulang pipih menyusun dinding rongga, sehingga sering rongga berfungsi sebagai pelindung atau untuk memperkuat. Contoh tulang rusuk, tulang ikat, dan tulang tengkorak.Bentuknya pipih ( gepeng ) Contohnya: tulang belikat, tulang dada, tulang rusuk Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.

  1. Tulang pendek

Tulang pendek berbentuk kubus dan hanya ditemukan pada pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang belakang. Bentuknya pendek dan bulat Contohnya: ruas ruas tulang belakang, tulang pergelangan tangan tulang pergelangan kaki Berfungsi  sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.

(Sumber: blog.re.or.id/search/pengertian+tulang).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s